padangpanjang.pks.id – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti peringatan Milad ke-19 Markazul Qur'an Sumatera Barat yang dirangkaikan dengan kegiatan parenting walimurid serta agenda menjemput aspirasi masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan dakwah dan pendidikan Al-Qur'an yang telah tumbuh dan berkembang selama hampir dua dekade di Ranah Minang. Ahad, (15/2/27)
Ustadz Idris, M.Pd, Alhafizh, Founder Yayasan Markazul Qur'an Sumatera Barat sekaligus Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dapil 1 Padang Panjang Barat. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa usia 19 tahun merupakan fase kematangan dalam membangun peradaban berbasis Al-Qur'an.
"Markazul Qur'an bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi pusat pembinaan generasi Qur'ani yang siap menghadapi tantangan zaman. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci utama," ujarnya.
Penguatan Peran Orang Tua Melalui Parenting
Dalam sesi parenting walimurid, ditekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak. Orang tua diharapkan tidak hanya menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada lembaga, tetapi turut aktif mendampingi anak dalam membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an di rumah.
Ustadz Idris, M.Pd, Alhafizh menyampaikan bahwa keluarga adalah madrasah pertama. Keteladanan orang tua dalam ibadah, akhlak, dan kedisiplinan akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang spiritual anak.
Keutamaan Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan
Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tilawah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an bernilai satu kebaikan dan dilipatgandakan menjadi sepuluh.
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
"Syahru Ramadhana alladzi unzila fīhil Qur’ān…"
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia."
Karena itu, membaca dan mentadabburi Al-Qur'an di bulan Ramadhan memiliki keutamaan berlipat ganda, menjadi sarana membersihkan hati serta memperkuat keimanan keluarga.
Keutamaan Sholat Sunnah di Bulan Ramadhan
Selain tilawah, sholat sunnah seperti Tarawih dan Tahajud juga memiliki nilai istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Sholat sunnah menjadi pelengkap ibadah wajib, sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di bulan Ramadhan, pahala amal sunnah dilipatgandakan sebagaimana pahala amal wajib di bulan lainnya.
Ayat Tentang Ramadhan dan Keluarga
Dalam konteks keluarga, Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6:
"Yā ayyuhalladzīna āmanū qu anfusakum wa ahlīkum nārā…"
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."
Ayat ini menegaskan tanggung jawab orang tua untuk membimbing keluarga dalam ketaatan, terutama di bulan Ramadhan yang menjadi momen pendidikan spiritual terbaik bagi anak-anak.
I'tikaf di Bulan Ramadhan
Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan i'tikaf di masjid. I'tikaf hukumnya sunnah muakkadah, khususnya dalam rangka mencari malam Lailatul Qadar. Rasulullah ﷺ senantiasa beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga wafatnya.
Melalui i'tikaf, seorang Muslim melatih fokus ibadah, memperbanyak dzikir, doa, dan muhasabah diri.
Menjemput Aspirasi Masyarakat
Selain agenda spiritual dan edukatif, kegiatan ini juga menjadi wadah menjemput aspirasi masyarakat. Sebagai Aleg DPRD Kota Padang Panjang, Idris membuka ruang dialog bagi warga RT 005 untuk menyampaikan masukan terkait pendidikan, sosial, dan pembangunan daerah, khususnya di wilayah Padang Panjang Barat.
Momentum milad ke-19 ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan komitmen bersama dalam membangun generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan, Markazul Qur'an Sumatera Barat terus berikhtiar menjadi pusat pembinaan Al-Qur'an yang melahirkan hafizh dan hafizhah yang tidak hanya kuat hafalan, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan pengabdian kepada umat.
Posting Komentar